Home

Buat penggemar berat Chairil Anwar, sajak berjudul “Senja di Pelabuhan Kecil” tentu tidak asing lagi. Nama “Sri Ajati” ditulis Chairil sebagai pihak yang diperuntukkan bagi puisi itu. Kemolekan Sri Ajati begitu terekam di benak sang Pujangga sampai-sampai Chairil berlutut di sampingnya.

Sri Ajati adalah tokoh nyata. Tahun lalu bersama Jayadi, saya membuat video wawancara dengan Sri Ajati. Jayadi, kawan saya yang penggila berat Chairil Anwar ini, menjadi pewawancara, sedangkan saya kamerawan sekaligus penyuntingnya. Maka untuk merayakan hari kemerdekaan Republik yang ke-63, saya muat video ini di Semesta dalam Kata-kata untuk Anda. Ya, kisah cinta Chairil Anwar dengan gadis cantik yang kini renta mempunyai konteks sejarah yang menarik. Selamat menikmati.

Senja di Pelabuhan Kecil

buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Iklan

3 thoughts on “Dia Berlutut di samping Diriku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s